Makalah Pengantar Bisnis



BAB 1
 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian
Dalam era globalisasi sekarang ini persaingan antara perusahaan baik besar maupun kecil semakin ketat. Masing-masing perusahaan semakin berusaha untuk mendapatkan keuntungan maksimal, keuntungan sesuai dengan target yang di harapkan, persaingan timbul karena adanya perubahan lain yang menawarkan produk yang sama dan melayani pelanggan yang sama dengan harga serupa. Perusahaan harus dapat dapat memanfaatkan peluang-peluang yang ada dengan dana, nama perusahaan, sumberdaya manusia, teknologi, manajeman perusahaan, dan kemampuan penelitian guna memperoleh posisi yang terbaik di pasar.
          Faktor ekonomi yaitu kondisi perekonomian yang merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi system pemasaraan perusahaan. Adapun beberapa elemen yang termasuk dalam kondisi perusahaan itu antara lain yaitu faktor pertumbuhan ekonomi, di mana tingkat penghasilan rumah tangga berkaitan dengan tingkat harga dan inflasi yang juga mempengaruhi system pemasaraan perusahaan.
          Faktor teknologi juga mempengaruhi kegiatan pemasaaran terdapat memberikan akibat kepala kehidupan konsumen, terutama cara hidup dan pola konsumsinya.
          Dalam lingkungan perusahaan yang bersifat mikro, pemasok adalah perusahaan bisnis dan individu-individu yang menyediakan sumber daya yang di perlkukan perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa. Perkembangan dalam lingkungan pemasok bisa mempunyai dampak yang besar terhadap operasi pemasaran perusahaan. Perantara adalah perusahaan bisnis yang membantu    perusahaan menemukan pelanggan  atau mendekatkan penjual kepada perusahaan. Pedagang pelantara seperti pedagang glosir, para pengecer dan perusahaan penjual kembal, membeli, melakukan pemindahan hak milik dan menjual kembali barang-barang tersebut. Pelanggan yaitu suatu perusahaan yamg mengaitkan dirinya dengan beberapa pemasok dan perantara sehingga ia dapat secara tepat menyampaikan produk-produk dan jasanya kepada pasar sasaran
          Berbasarkan uraya di atas kami sebagai penulis tertarik membuat makalah yang berjudul “TINGKAT PENJUALAN MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPANTAN PADA CV EKA MANDIRI” Dalam usaha meningkatkan penjualan peran seruruh anggota perusahaan ikut andil, terutama peran manajeman pemasaran, yang ikut menunjang peningkatkan penjualan.

1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah:
Untuk memperoleh data dan menganalisis data yang di peroleh dari perusahaan khususnya perdagangan yang di lakukan CV EKA MANDIRI dan untuk memenuhi tugas yang diberikan dalam mata kuliah pengantar bisnis Universitas Pakuan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi.
Tujuan dari penelitian ini adalah:
          Untuk mengetahui penjualan yang di lakukan oleh CV EKA MANDIRI.serta keuntungan yang di peroleh

1.3 Kegunaan Penelitian
Sehubngan dengan maksud dan tujuan yang telah penulis kemukakan, maka hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan kegunaan.
1)    Bagi penulis
Sebagai penelitian untuk mengetahui perbandingan antara peraktek langsung dengan teori-teori yang di dapat di bangku kuliah
2)    Bagi perusahaan
Merupakan suatu informasi untuk CV EKA MANDIRI
3)    Bagi pihak lain
Merupakan suatu informasi yang dapat memberikan wawasan pengetahuan di bidang ekonomi, khususnya di bidang bisnis.

1.4 Metode Penelitian
Dalam penyusunan makalah ini penulis melakukan pengumpulan data mengunakan:
1.     Library Reaserch
yaitu riset kepustakaan dengan cara mempelajari pokok materi yang mempunyai hubungan dengan riset yang akan di tulis.
2.     Field Reaserch
suatu teknik pengumpulan data dengan menijau langsung pada objek penelitian, adapun pengumpulan data di lapangan dengan cara:
a.     Interview (wawancara)
Suatu teknik pengumpulan data dengan mengadakan dialog langsung pada pihak perusahaan yang bersangkutan.
b.     Observasi (pengamataan)
Suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengamati secara langsung keadaan perusahaan dengan segala aspek kegiatan yang berhubungan dengan penelitian.

1.5 Lokasi Bisnis
Dalam memperoleh data dan informasi untuk menyusun makalah ini penulis mengadakan penelitian langsung pada objeknya, yaitu CV EKA MANDIRI yang berlokasi di Jalan Narogong km 39 desa Nambo RT 03/ RW02, kecamatan Kelapa Nunggal, kabupaten Bogor (16820).    


















BAB II
1. BISNIS

1.1 Pengertian Bisnis
          Apa yang di maksud dengan bisnis sudah banyak di ungkapkan oleh berbagai ahli. Melihat dari asal katanya bisnis berasal dari bahasa inggris yang berarti “Perusahaan”

Banyak sekali pendapat yang di kemukakan oleh para ahli, di antaranya:

Menurut Hughes dan Kapoor, Bisnis ialah:
“business in the organized effort of individuals to produce and sell a profit, the goods and services that satisfy society’s needs. The general term business refers to allsuch efforts within a society or within an industry”. (bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat)

Menurut Brown dan Petrello (1976), menyatakan bahwa:
“Business is an institution which produces goods and services demanded by people” (bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang di butuhkan oleh masyarakat)

Menurut E. Gloss Et. Al (1979), menuyatakan bahwa:
Jumlah seluruh kegiatan yang di organisasikan untuk orang-orang yang berkecipung dalam dalam bidan perniagaan dan indistri menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.”

Menurut SKINNER (1992), menyatakan bahawa:
pertukartan barang dan jasa atau uang yang saling menguntungkan atau menberikan manfaaat.”

1.2 Sejarah Perkembangan Bisnis
Pada masa dahulu, kegiatan bisnis di lakukan di tigkat keluarga secara tertutup keluarga-keluarga pada saat itu menanam tanaman guna memenuhi kebutuhab bahan makanan, membuat pakian sendiri, membuat rumah sendiri dengan bantuan tetangga dan sebagainya. Usaha mereka terbatas hanya pada bidang terkecil. pada saat itu belum terpikirkan oleh mereka untuk membuat usaha yang bersifat komersial, dengan meminjam modal untuk produksi berskala besar.
Kemudian muncul Revolusi Industri yang membawa perubahan secara drastic dan sabgat penting, adanya mesin uap menimbulkan perubahan pada pertania yang tadinya menggunakan bajak. tengan sapi, kerbau sekarang di gantin dengan tenaga Traktor dan bulldozer yang bertenaga luar biasa.
Itulah semua perkembangan bisnis sampai saat ini, berkembangan bisnis semakin maju dan moderen sesuai dengan perubahan jaman.

1.3 Klasifikasi Bisnis
Ada 9 macam kegiatan bisnis, ialah:
1)    Usaha pertanian
2)    Produksi bahan mentah
3)    Pebrik/ manufaktur
4)    Konstruksi
5)    Usaha pedagangan besar dan kecil
6)    Transportasi dan komunikasi
7)    Usaha financial, asuransi dan real estate
8)    Usaha jasa
9)    Usaha yang di lakukan oleh pomerintah.

1.5 Fungsi dasar Bisnis
Steinhoff dalam bukunya The World of business (1979) halaman 17 menyatakan bahwa untuk menyediakan barang dan jasa bagi kebutuhan masyarakat, di perlukan terlebih dahulu bahan mentahnya, kemudian diproses dalam pabrik menjadi hasil produksi, dengan demikin tanpak lebih jelas bahwa fungsi dasar bisnis, ialah:
a)     Acquiring aw materials (mencari bahan mentah)
b)    Manufacturing Raw Materials into products (merubah bahan mentah menjadi produk)
c)     Distribusi Products to consumers (menyalurkan barang ke tangan konsumen)
Ada pandangan yang lebih ekstrim yang menyatakan bahwa bisnis di bagi menjadi dua Bagian, yaitu:
a)     Produktion
Yaitu yang berhubungan dengan mencari bahan mentah dan memproses bahan mentah menjadi hasil jadi.
b)    Marketing
Yaitu menistribusukan atau memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain yang menimbulkan kegunaan waktu, tempat dan pemilikan (time utility, place, dan possession utility)

1.6 Tantangan- Tantangan yang di Hadapi dalam Berbisnis
1)          Tantangan Produktivitas
Dunia bisnis harus meningkatkan produktivitasnya, karena  mereka akan menghadapi pasar luas yang semakin berkembang.
2)          Tantangan Kualitas
Meningkatakan mutu berarti membuat sesuatu menjadi  lebih  baik dan tingkat efisien pun menjadi lebih baik pula.
3)          Tantangan Pasar Global
Suatu produktivitas dan kualitas produk harus di tingkatkan  agar dapat menghadapi persaingan Global.









2. PEMASARAN

2.1 pengertain Pemasaran.
Pemasaran merupakan usaha untuk menjuruskan dana dan daya milik kearah pemberian kepuasan kepada konsuman dengan tujuan agar perusahaan dapat melaksanakan proses produksi dan tujuan akhir yaitu memperoleh laba yang telah di tetapkan oleh perusahaan.
Pada saat ini kegiatan pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia usaha. Kadang-kadang istilah pemasaran ini di artikan dengan beberapa istilah seperti: penjualan, perdagangan dan distribusio, salah pengertian ini tibul karna pihak-pihak yang bersangkutan mempunyai kegiatan dan kepentingan yang berbeda-beda. Misalnya seorang salesmaen atau manejer penjulan membicarakan pemasaran, sebenarnmya yang di bicarakan adalah penjualan, seorang manajer toko serba ada, mengertikan sebagai perdagangan.

Banyak definisi pemasaraan yang di kemukakan oleh para ahli, diantaranya

William J. Staton, Michael J. Echel, Bruce J. Walker. Dalam bukunya “Fundamentals of Marketing”, adalah:
Marketing is total system of bussines activies designed to plan, price, promote, and distribute one statisfying product to target market achieve Organizational”

Pemasaran menurut Berkowitz, kerlin, Hartly, andRudielius, dalam bukunya “Marketing” adalah sebgai berikut:
“Marketing is the process of planning ang executing the conception pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and service to create exchanges that satisfy individual ang organization objective”

Sedangkan pengertian pemasaran menurut Soehardi Sigit, dalam bukunya; “Pemasaran praktis (pracitical Marketing)”, adalah sebagai berikut:
“Pemasaran adalah semua kegiatan usaha yang di perlukan untuk mengakibatkan terjadinya pemindahan kepemilikan baranga atau jasa untuk mnyelenggarakan distribusi fisiknya sejak dari produsen awal sampai ke tangan konsumen akhir”.

Pemasaran menurut Philip Kotler, Gary Armstrong dalam bukunya “dasar-dasar pemasaran (principles of Marketing)”, alih bahasa oleh Alexander Sindoro, adalah sebagai berikut:
Pemasaran adalah menata ola (managing) ppasar untl menghasilkan pertukaran-pertukaran dengan tujuan memuaskan kebutuhan dan keingina manusia”.

Menurut Sofyan Assauri, dalam bukunya “manajean Pemasaran”. Dasar konsep dan Strategi,” mendefinisikan sebagai berikut:
“Pemasaran adalah Kegiatan manusia yang di arahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalaui proses pertukaran”.

Menurut Warren J. Keegan, Sandra E. Moriarty, Thomas R. Duncam, dalam bukunya “Marketing”
“Marketing is The process of focusing theresources and objectives of an organization an environmental opportunities and needs”

Menurut Wiliam J. Staton, Pemasaran adalah
“Pemasaran adalah sisitem dari keseliruhan dari kegioatan usaha yang di tujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan memdistribusikan barang dan jasa yang dapat memuasaklan kebutuhan kepada embalim yang ada maupun pembeli potensial”.

Pada dasarnya dari semua definisi mengenai pemasaran tersebut mempunyai pengertian yang sama yaitu suatu aktvitas atau kegiatan yang memindahkan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsuen yang dapat menciptakan permintaan yang efektif. Dengan demikian pemasaran bukan sekedar untuk menghasilkan penjualan, tetapi meliputi pula suatu system dari kegiatan yang saling berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan barang dan jasa kepada konsumen.

2.2 Evoluasi Konsep Pemasaran (Orientasi Perusahaan dalam menghadapi Saingan)
Dalam perkembangan pemasaran dari sejak dulu sampai sekarang konsep pemasaran ini sudah mengalami evolusi, evoluisi ini ada sejalan dengan orientasi yang di lakukan perusahhan dalam menghadapi persaingan.
Terdapat lima konsep yang mendasari pendekatan yang terdapat dalam konsep pemasran, antara lain adalah:
1.     Konsep Produksi
Merupakn orientasi manajemen yang menganggap bahwa konsumen akan menyenangi produk-produk yang telah dapat tersedia yang dapat di beli.
2.     Konsep produk
Merupakan orientasi yang menganggap konsumen akna lebih tertarik pada produk-produk yang di tawarkan dangan mutu yang terbaik pada tingkat harga tertentu.
3.     Konsep Penjualan
Merupakan Orientasi yang menganggap konsumen akan melakukan atau tidak melakukan pembelian-pembelian produk-produk perusahaan di dasarkan atas pertimbangan usaha-usaha nyata yang di lakukan unttuk menggugah atau mendorong minat akan produk tersebut
4.     Konsep Pemasaraan
Merupakan Orientasi yang menekankan bahwa kunci pencapain tujuan perusahaan terdiri dari kemempuan perusahhan menetukan kebutuhan dan keinginan pasr yang di tuju (sasaran) dan kemampuan perusahaan tersebut memenuhinya dengan kepuasaan yang diinginkan secara efektif dan efisiendari para saingan.
5.     Konsep Pemasaran ke Masyarakat
Merupakan Orientasi yang menekankan bahwa tugas utama perusahhan adalah menetukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan dari pasar yang di tuju (sasaran) dan mengusahakan agar perusahaan tersebut dapat  menyerahkan kepuasan yang di inginkan secar lebih efektif dan lebih efisien dari para saingannya dalam meningkatkan dan melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

2.3 Penciptaan Paedah bagi Konsumen
Dalam hal pemasaran berada di antara produksi dan konsumsi, berart
bahwa pemasaraan menjadi penghubung antara kedua faktor tersebut. Dalam kondisi perkeonomian seperti sekarang ini, tanapa adanya pemasaran orang mencapai tujuan konsumsi yang memuskan. Penjualan berada di pihak yang menjalankan kegiatan pemasaran (juga kegiatan produksi) dan pembelian berada di pihak titik konsumsi, oleh karena itu perusahhan harus dapat menciptakan faedah (utility) bagi konsumen.
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.
Perusahhan
dapat menciptakan lima macam faedah, yakni: (1) faedah bentuk (form utility), (2) faedah waktu (time utility),  (3) faedah tempat (place utility), (4) faedah milik (ownership utility), (5) faedah informasi (informasi utility).
Dari kelima faedah tersebut, kegiatan pemasraan menciptakaan empat paedah yaitu: faedah waktu, tempat, milik, dan informasi. Sedangkan faedah bentuk di ciptakan oleh kegiatan oleh kegiatan produksi.
1)    Faedah Waktu
Faedah waktu dapat menciptakan dengan menyiptakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya.
2)    Faedah Tempat
Faedah tempat merupakan faedah yang di ciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang stategis apabila konsumen ingin membelinya.
3)    Faedah milik
Faedah milik diu ciptakan dsengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjualan kepada pembeli.
4)    Faedah Informasi
Faedah Informasi di ciptakan dengan memberikan informasi tentang penawaran suatu produk kepada konsumen.

2.4 Strategi Pemasaran
Dalam strategi pemasaran mutakhir, banyak di gunakan krbijakan bagaiman menelihara konsumen dengan jalan memberi kepuasan maksimal antara lain:
A.   Marketing Mix
B.   Customer Relationship Manageman (CRM)
C.   Customer Vslue- nilai pelangggan
D.   Customer Dependency

A.    Marketing Mix
Yang di maksud dengan Marketing Mix adalah suatu kombinasi yang memberikan hasil maximal dari unsure-unsur Prodoct, Price, Place, Promotion, People, Physical dan Process. Keempat P pertama di sebut TRADISIONAL dan tiga P terakhir di katakana unsure Marketing Mix untuk pemasaran produk jasa.
Jadi ke-7 P tersebut adalah:
1        Produck
Manajemen pusat belanja menewarkan ruang toko ysng strategis, lingkungan toko, ukuran, desain keamanan, dan kenyamanan.
2    Price
Harga jual dan sewa toko yang terjangkau, jagka waktu pembayaran, system  pembayaran, diskon
3    Place
Askes untuk mencapai lokasi toko mudah, di lewati ankgutan
umum, dan kenyaman transakasi dan lainnya.
4    Promotion
Promosi bukan hanya sekedar kepada tenan (para pedagang) tetapi juga kepada para konsuman akhir, Advertising, personal selling, public relations, sales promotion, events direct marketing (catalog, mailing, telemarketing, electronic, tv, fax dan e-mail)
5    People
Ini menyangkut semua personil, Karyawan managemen pusat belajar, mekanik, elektrikal, arsitektur, accounting, tenaga penjual, cara berpakaian, prilaku, sikap.
6    Physical evidence
Konfigurasi toko, sisi muka toko, papan nama, warna, desain, jalur, koridor
7.   Process
Kecepatan dan akurasi dalan pelayanan bagi para peminat pusat belanja, hindarkan kelambatan, birokratis, tidak efektif.
B. Customer Relationship manageman (CRM)
          CRM adalah suatu proses mendapatkan, mempertahakankan dan meningkatkan pelayanan yang menguntungkan. CRM bertujuan menciptakan nilai pelanggan, sehimgga pelanggan puas dan maksimalkan keuntungan bagi perusahaan, memperoleh keuntungan bersaing (comporation aventage) memperhatikan mutu produk agar dapat memberikan kepuasan prima bagi pelanggan.
C.Csstomer Value – Nilai pelanggan
          Niali pelanggan di dapat dari membandingkan manfaat dan pengorbanaan,
manfaat yang di peroleh konsumen berasal dari:
Produki yang di bgeli, layanan yang di terima, karyawan yang memberikan layanan dan citra atau nama baik, rasa bngga terhadap perusahaan,. Merek dan sebagainya
Pengorbanaan yang di peroleh dari konsuman adalah:
Berupa pengorbanaan yang di keluarkan oleh konsumen yaitu moneter berupa nilai uang yang di bayar, waktu, dan energi yang di korbankan untuk mendapatkan barang tersebut

2.5 Pendekatan Serba Fungsi
Jumlah dan macam dari fungsi ini etrgantung pada macam produksi dan kebiasaan dalam perdagangan. Adaapun funsi pokok pemasaraan ada 5, yaitu:
1.           Penjualan
Penjualan ini merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaraan karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang di tuju.
2             Pembelian
Fungsi pembelian bertujauan untuk memilih barang-barang yang di beli untukl di jual atau untuk di gunakan dalam perusahhan dengan harga, pelayanan dari penjualan dan kualitas produk tertentu.
3             Pengangkutan
Pengangkutan merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang di hasilkan ke tempat barang diikonsumenkan.
4           Penyimpanaan
Penyimpaan merupakan funsi penyimpanaan barang-barang pada saaat barng selesai di produksi  sampai saat barang di konsumsikan.
5           Pembelajaan
Pembelajaan adalah Fungsi mendapatkan modal dari sumber eksteren guna menyelenggarakan kegiatan pemasaran.

2.6 Penanggungan Resiko
Penanggunan resiko adalah fnsi dari mengurungi dan menghindari risiko yang berkaitan dengan pemasaran barang.
Risiko yang mungkin akan terjadi dalam pemasaran antara lain:
a.     Risiko yang di timbulkan olah bencana alam, seperti: gempa bumi. Banjir dan angina puyuh.
b.     Risiko yang di timbulkan oleh manusia, seperti: kebakaran, pencurian, dll.
c.      Risiko yang di timbulkan oleh pasar, seperti: merosotnya harga penjualan, adanya penemuan baru dan pengaruh musim











             
  










3 PRODUK DAN PRODUKVITAS

 3.1 Pengertian Produk
Setiap suatu perusahaan baru selalu di permasalhkan dengan pemilihan lokasi yang tepat

Beberapa definisi Produk menurut para ahli, yaitu:

Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.
Menurut Stanton, (1996:222), “A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller”. Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.








3.2 Memilih Lokasi
Masalah-masalah yang dihadapi industri dalam memilih lokasi pabrik:
Ø Dekat dengan sumber material
Ø Dekat dengan pasar
Ø Mudah mendapat tenaga kerja
Ø Mudah fasilitas transfortasi
Ø Mudah memperoleh bahan baker
Ø Mudah memperoleh air,dan
Ø Sikap pemerintah setempat dan sekitarnya.

3.3 Sifat Proses Produksi
          Proses produksi dapat I bedakan menjadi 4 macam:
Ø   Proses Ekstraktif
Adalah suatu proses produksi yang mengambil bahan-bahan langsung dari alam.contoh: proses penambangan batu bara. Biji emas, pengeboran minyak dll.
Ø   Proses analitik
Adalah suatu proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir menyerupai bentuk atau jenis aslinya. Contoh: penyulingan minyak
Ø   Proses Fabrikasi
Adalah suatu proses yang merubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk. Contoh: pembuatan pakaian, sepatu, dll.
Ø   Proses sintetik
Menujukan metoe pengkombinasaian beberapa bahan ke dalam suatu bentuk produksi. Contoh: seperti bahan produksi mobil, alat-alat kantor, atau radio dan tv.

3.4 jangka Waktu Produksi
Dalam hal ini proses produksi di golongkan menjadi 2 macam, yaitu:
1       Proses terus-menerus (countinuous process)
Istilah proses terus-menerus di gunakan untuk menujukan suatu keadaan manufaktur di mana priode waktu yang lama di perlukan untuk menyiapkan mesin dan pelalatan yang akan di pakai.
2         Proses terputus-putus (intermittene process)
Istilah proses terputus-putus ini terdapat dalam keadaan manufaktur di mana mesin-masin itu beroperasi dengan mengalami beberpa kali berhenti dan di rancang lagi untuk membuat produksi lain yang berbeda.

3.5 Pengawasaan Produksi
Ada 4 langkah pengawasaan produksi yaitu:
1       Planning
Proses produksi akan berjalan dengan lancar jika di rencanakan terlebih dahulu, dengan baik.
2   Routing
Routing adalah pengawasaan atas tingkat pekerjaan tertentu
  3   Scheduling
Tujuannya ialah menjaga kelancaran pekerjaan, menghindarkan konflik dan kelalaian dalam menjalankan mesin, dan membuat table untuk menujukan kapan bahan mentah di perlukaan dan hasil jadi harus siap.
  4   Dispatching
Ialah orang yang bertanggung jawab, dan harus menjaga waktu mulai tugas dan kapan selesainnya.




BAB III
PROFIL PERUSAHAAN

 3.1 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
         
3.1.1 Lokasi Dan Objek Penelitian
Dalam memperoleh data dan informasi untuk menyusun makalah ini penulis mengadakan penelitian langsung pada objeknya, yaitu CV EKA MANDIRI yang berlokasi di Jalan Narogong km 39 desa Nambo RT 03/ RW02, kecamatan Kelapa Nunggal, kabupaten Bogor (16820).

3.1.2 Sejarah perusahaan
                   Pada tahun 1994 Bapak………… memulai usaha menjadi seorang pedagang sate di bekasi, pendapatan dari hasil dagang cukup untuk menghidupi keluarga. Lalu pada tahu 1995 beliau menambah usahanya dengan berjualan ES balok dan sate, Dari penghasilannya itu beliau, pada akhirrnya, pada tahun 1996 beralih menjadi penjaual BESI TUA yang perusahannya di beri nama CV EKA MANDIRI, kemudian Beliau pindah dan tinggal di bogor.
Awalnya Bapak……………hanya menunggu orang-orang yang mau menjualbesi, waktu itu harga besi berkisar Rp250/kg dengan modal pertama saya Rp2.500.000,-. Karena Tidak puas akan pendapatan yang di dapat, akhirnta pada tahun 2000, mulai mencari sendiri besi-besi dari rumah orang-orang
Pada tahun 2008, besi sangat jaya yang harganya mencapai Rp7000/kg, dimana pada waktu itu para pedagang besi mengalami kemajuan dan saling berlomba-lomba unjtuk mendapaytkan beasi sebanyak mungkin.dan pada saat itu, Bapak………. Mengalami keuntungan sebesar Rp100.000.000,-
Naman dunia tidak selamanya di atas, kejayaan semua itu tidak lama, hyanya terjadi selama 3Bulan , dan harga jual besi menjadi turun sebesar Rp3000/kg. karena penurunan yangt sangat drastic itu, beliau mengalmi kerugian yang mencapai 180.000.000,- kerugian semua itu terjadi di akibatkan ketika harga besi naik bapak…………..telah membgeli besi dengan harga mahal pula. Dean pada sampai saat ini harga besi belum mencapai titik terang atau bisa di katakan belum stabil.

3.1.3 Struktu Organisasi
Suatu organisasi dapat bejalan dengan baek dan teratur sehingga tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai, dengan menyusun uraian tugas dan jabatan agar setiap pemegang jabatan dalam organisasi tersebut menpunyai pedoman dalam menyelesaikan wewenang, tugas , tanggung jab serta hubungan dengan yang laennya.
Dalam CV EKA MANDIRI untuk tugas mengumpulkan bahan baku di lakukan oleh para pemulung atau masyarakat, yang tidak lagi memeulukan basi sedangkan untuk berjalannnya CV EKA MANDIRI  di lakukan oleh Bapak…. Baik sebagai kepala kelurga maupun sebagai impinana
3.1.4 Kegiatan Pemasaran
Pemasaran yang di lakukan oleh CV EKA MANDIRI, yaitu di pasrkan ke pelaburan besi yang meliputi daerah Jakarta dan sekitarnya.

3.1.5 Hambatan dan Kemudahan
Hambatan yang di alami oleh CV EKA MANDI ialah:
Seiring dengan perkembangan jaman yang mengakibatkan saking adanya teknologi dan daya pikr yang semakin cerdas dalam menciptakan daya kreasi yang tinggii sehingga mengakibatkan adanya persaingan antara pedagang besi.
          Kemudahan yang di alami oleh CV EKA MANDIRI ialah:
Tidak hanya hambhatan saja yang di alami dalam berbisnis besi tetapi juga menimbulkan suatu kemudahan, seperti yang di alami oleh CV EKA MANDIRI, yaitu cv eka mandiri mendapat kepercayaan dari pelangggan sehingga mendapatkan pemasukan dari pelanggan yang tetap.

3.1.6 Barang yang di Produksi
          Adapun barang yang di produksi oleh CV EKA MANDIRI ialah:
produksi besi dan logam seperti tembaga dan kuningan.


3.2 METODE ANALISIS


3.2.1 Penetapan Harga Jual.
Permasalahan:
Apakah yang di lakukah oleh CV EKA MANDIRI di dalam melakukan penetapan harga jual, sehingga mendapatkan keuntungan yang maksimal:

3.2.2    BEP (Break Event Point)
Adalah suatu titik atau keadaan di mana perusahaan tidak mengalami
keseimbangan maupun penerimaan (total revenue = TR) sama dengan jumlah biaya (total Cost = TC).

Permasalahan:
adapun permasaalan yang di alami oleh CV EKA MANDIRI, yaitu:
1. berapakah umlah ptroduksi mupang pokok (titik impas)
2. berapakah keuntungan jika erusahaan berhasil menjual Rp 4500/unit

3.3.3 Jumlah Pembelian Yang Paling ekonomis (Economical Order Quality = EOQ)
Dalam suatu priode tertentu, perusahaan sering kali melakukan beberapa kali pembelian barang atau barang dagangan, tetapi adakalanya jimlah kebutuhan bahan dalam priode tersebut di penuhi dengan satu kali pembelian.oleh karena dalam melakukan pembelian dan penyimpanaan bahan itu timbul karena adanya, beberapa macam biaya maka perusahaan harus memiliki penegeluaranbiaya yang paling rendah. Untuk itu terdapatsuatu analisa yang di sebut Economical order  Qualitity.
Penegertian:
Economical Order Qualitity (EOQ) adalah jumlah setiap kali pembeliaan bahan yang di sertai dengan biaya minimal.
Atau dengan kata lain, EOQ merupakan jumlah setiap kali pembelian bahan yang ekonomis.
Di sini akan timbul dua kelompok biaya, yaitu biaya perusahaan dan biaya penyimpanana.
Ø Biaya pemesanana (Ordering Cost atau Set UP Cost) biaya ini meliputi semua biaya mulai dari mengadakan persiapan pesanana sampai barang yang di pesan datang. Sifat dari biaya ini adalah konstan, tidak tergantung berapa jumlah barang yang di pesan, jadi sewmakin tinggi frekuensi pemesanan, maka biaya ini akan semakin besar.
Ø Biaya penyimpanana di gudang (Inventory Carrying Cost) biaya ini di keluarka karena adanya penyimpanaan bahan du gudang. Besarnya biaya bervariasi tergantung dari besar kecilnya rata-rata persediaan yang ada. Biaya ini mempunya sifat semakin besar jumlah barang yang di simpan maka semakin besar biaya penyimpanaan.

Economical Order Qualitity (EOQ) dapat di rumuskan sebagia berikut:

EOP =  2 X R X S
          ---------------------
                   P X I
Atau

EOP =  2 X R X S
          ----------------------
                   C

Keterangan
R : kebutuhan barang dalam priode tertentu, misalnya satu tahun
S : biaya pemesanaan setiap kali pesan
P : harga beli tiap unit Barang
I :  biaya penyimpanan yang di nyatakan dalam presentase dari nilai rata-rata
     persedian barang yang di simpan 

Permasalahan:

Adapun permasalahn yang ada dalam CV EKA MANDIRI yaitu menentukan berapakan besarnya EOQ yang terjadi.

























BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 penetapan harga Jual.
Adapun penetapan harga yang di lalukan oleh CV EKA MANDIRI pada setiap produk yaitu menaikan harga dari harga beli awal menuju harga jual sebesar, 50%.
Harga yang di tawarkan oleh CV EKA MANDIRI, seperti:
Jenis Barang
Jumlah yang di jual/ kg
Harga beli awal/Kg
Harga jual akhir
Besi
8540 kg
3.000
4500
Tembaga
50 kg
45.000
65.000
Kawat
1200 kg
12.000
18.000
Kuningan
10 kg
12.000
20.000

Penjelasan§
50% X harga beli = hasil
Hasil + haraga beli

50% * Rp 3.000 = Rp 1.500
Rp 1.500 + Rp 3.000 = Rp  1.500
Jadi harga jual Besi/ kg adalah Rp 4.500

4.2 menghitung BEP (break event point)

Guna mengetahi apakah tingkat penjualan mempengaruhi tingkat pendapatan atau tidak, penulis akan menggunakan BEP (Break Event Poin) sebagai sarana  untuk membuktikannya:

Di ketahui:
Modal awal Bulan         : Rp.30.000.000
Vc/unit                 : Rp 3.000
Harga/p                : Rp 4.500

Di tannya
1. berapakah umlah ptroduksi mupang pokok (titik impas)
2. berapakah keuntungan jika perusahaan berhasil menjual 30.000 unit









di jawab:

1. titik impas (BEP)
BEP (unit) = TFC
                       ________________
                     P – VC/unit
               
       = 30.000.000
                   _________________
                    4.500 –  3.000
               
                 = 30.000.000
                   __________________
                    1.500

                = 20.000
                   Jadi titik impas (BEP) yang di alami oleh CV EKA MANDIRI ketika penjualan mencapai 20.000 unit.


2.     keuntungan jika harga di naikan sebesar Rp4.500/unit
          = (P*Q) – (TFC + ( VC/unit *Q)
          = (4.500*30.000) – (30.000.000 + (3.000*30.000)
          = 135.000.000 –  (30.000.000 + 90.000.000)
          = 135.000.000 – 100.000.000
          = 35.000.000
          Jadi keuntungan yang di alami CV EKA MANDIRI terjadi ketika panjualan mencapai 30.000 unit

4.3 Menghitung EOQ (Economical Order Qualitity)




§ contoh yang menggunakan harga jual pada produk Besi